Sejauh mana Hamba Tuhan terlibat dalam dunia politik?

Isu       : Sejauh mana seorang hamba Tuhan terlibat dalam politik?

Seorang hamba Tuhan adalah seorang yang menjalankan tugasnya sesuai dengan panggilan Allah dalam hidupnya. Panggilan inilah yang ia harus kembangkan dalam pelayanannya yang lebih efektif dan untuk mengarahkan jemaat lebih dekat kepada Allah. Dilihat dari panggilannya sebagai seorang pelayan Tuhan, maka secara langsung berhubungan dengan masayarakat luas yang ada di sekitarnya. Keberadaan seorang hamba Tuhan di tengah-tengah masyarakat tentu menghadapi berbagai isu-isu atau masalah yang terjadi dalam masyarakat itu sendiri, misalnya masalah politik, ekonomi, sosial, budaya dan agama. Salah satu isu-isu yang sementara trand saat ini adalah isu politik yang sangat berpengaruh dalam sistem pemerintahan. Berbagai masalah yang terjadi dalam hal ini, baik dari pemimpin partai politik, DPR, MPR dan seluruh jajaran pemerintah lainya yang semaraknya makin merebah dalam masyarakat indonesia sekarang ini. Dalam pembahasan ini kelompok kami akan membahas secara singkat pertanyaan di atas, sejauh mana seorang hamba Tuhan terlibat dalam politik?

Berbicara tentang politik merupakan isu hangat yang tiada pernah habisnya untuk dibahas, hal ini disebabkan oleh berbagai permasalahan dalam sistem pemerintahan bangsa Indonesia yang mengalami berbagai pergolakan dan kemerosotan mulai dari peralihan kekuasaan (kepemimpinan), penegakkan keadilan, konstitusi yang tidak dijalankan dan korupsi-korupsi dan nepotisme (KKN). Hal ini sudah menjadi masalah besar dari tahun ke tahun yang tidak pernah terselesaikan dengan baik, sehingga menimbulkan kesenjangan dalam politik bangsa Indonesia merambat-rambat. Melihat permasalahan ini sebagai masyarakat bangsa Indonesia yang mendengar dan melihat fakta yang ada dalam dunia politik, tentu merasa prihatin dan kecewa dengan perlakuan sistem pemerintahan yang amburadul seperti ini. Disinilah ditemukan sejauh mana seorang hamba Tuhan sebagai masyarakat Indonesia terlibat dalam dunia politik.

Berbicara politik, pasti terjadi persaingan, saling menjatuhkan, mencurigai  dll. Oleh sebab itu kelompok kami mengemukakan empat poin penting:

  1. Hamba Tuhan tidak boleh berpolitik. artinya hamba Tuhan adalah panggilan dalam satu jabatan pelayanan secara khusus, melayani jemaat yang telah Tuhan percayakan dan mewartakan Injil Tuhan kepada jiwa-jiwa yang belum percaya.
  2. Hamba Tuhan dapat membimbing dan mempersiapkan jemaat bagaimana berpolitik yang benar sesuai dengan Firman Allah. Namun, tidak boleh ikut berpolitik di dalamnya.
  3. Jika ada seorang hamba Tuhan yang memang berambisi tetap maju untuk berpolitik dengan mempertimbangkan berbagai macam bahaya dan resiko. Hamba Tuhan tersebut berarti sudah siap menanggalkan pelayanan dan jabatan sebagai pendeta serta menjadi anggota jemaat yang biasa.
  4. Hamba Tuhan harus patut pada Anggaran rumah tangga gereja.

Seorang hamba Tuhan harus memenuhi panggilannya, sebagai seorang pelayan Tuhan di dalam keluarga, gereja dan juga dalam masyarakat luas. Pengaruh politik dalam masyarakat tentu akan membuahkan pemikiran yang tajam bagi seluruh masayarakat luas terlebih para pemimpin termasuk hamba Tuhan. Hamba Tuhan boleh menanggapi isu dalam politik dan mengeluarkan pendapat terhadap isu-isu yang terjadi sesuai dengan pengetahuannya terhadap politik itu sendiri. Sebagai seorang hamba Tuhan setidaknya dapat mewakilkan masyarakat dalam mengeluarkan aspirasi dan pendapat bukan untuk memanaskan isu-isu yang terjadi. Secara tegas seorang hamba Tuhan tidak boleh terlibat secara mendalam dalam dunia politik atau ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan sebab akan menimbulkan ketidak konsistensi dalam pelayanan gerejawi. Namun bukan dalam arti seorang hamba Tuhan tidak boleh menanggapi isu-isu yang terjadi dalam politik dan memberikan pengarahan kepada jemaat yang ia layani.

Panggilan seorang hamba Tuhan itulah yang menentukan dia dalam pelayanan, Allah telah menempatkan orang-orang-Nya dalam bidangnya masing-masing agar tidak bercampur aduk (amburadul) setiap pekerjaan atau tanggung jawab yang harus diselesaikan. Keterlibatan seorang hamba Tuhan dalam politik adalah sejauh mana ia mengerti dan menanggapi hal itu serta mengaplikasikannya dalam kehidupan jemaat sebagai masyarakat Indonesia. Seperti tokoh-tokoh dalam Alkitab yang sering berhadapan dengan para penguasa kerajaan, secara langsung mereka menegur kejahatan yang dilakukan oleh para penguasa demi kesejahteraan masyarakat. Demikian juga para hamba Tuhan saat ini, hendak menyatakan yang benar dan menyatakan yang salah demi terjadinya keadilan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.

Gbu. All

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Work Out Your Salvation

Filipi 2:12-15

Saudara belum lama ini, kita telah merayakan paskah bersama, dimana kita diingatkan akan keselamatan yang telah diberikan secara cuma-cuma kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Namun menjadi suatu pertanyaan bagi kita sekarang ini adalah apakah kita sebagai umat yang telah ditebus tersebut telah mengerjakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai anak-anak Allah ditengah dunia yang bengkok ini? Keselamatan yang telah kita terima bukan untuk dikengkang tetapi menuntut respon yang penuh dengan tanggungjawab. Dalam pasal ini Rasul Paulus berbicara kepada jemaat yang ada di Filipi tentang tanggung jawab yang harus dilakukan oleh umat yang telah percaya kepada Kristus atau umat yang telah diselamatkan, yaitu taat (ὑπηκούσατε) kepada kepada Allah, sebagaimana Kristus sampai mati di kayu salib, kedua work out your salvation. Kata yang diterjemahkan kerjakan (katerga,zesqemengandung arti mengerjakan sampai selesai. Mengerjakan keselamatan adalah secara terus menerus dalam arti menjaga iman dan kesetiaan dalam Yesus Kristus, menjaga kekudusan agar tidak beraib dan bercela ditengah dunia yang bengkok ini. Menuju kepada proses pengudusan yang akan disempurnakan oleh Allah bagi kita. Hal ini mengindikasikan bahwa Allah yang memampukan kita untuk melakukannya. Sebab Paulus berkata Allah yang mengerjakan di dalam kamu. Karena Allah yang mendatangkan semuanya itu maka kita pun harus mengembalikan kepada-Nya, dalam arti semua yang kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan.

Aplikasi praktis :

Sebagai orang yang telah diselamatkan hendaklah kita mencerminkan diri kita sebagai orang yang telah diselamatkan ditengah dunia yang bengkok ini, menjadi teladan dalam ketaatan, menjadi terang di tengah dunia yanng bengkok ini, jangalah kita sebagai orang yang telah percaya menjadi batu sandungan bagi orang lain. Saudara seorang Atheis bernama Friedrich Nietzche yang sangat membenci orang Kristen, pernah ditanya mengapa ia sangat berfikir negatif terhadap orang Kristen, dia menjawab “Saya akan percaya pada jalan keselamatan mereka, apabila mereka sedikit terlihat orang yang sudah diselamatkan.” Pertanyaan bagi kita sudahkah kita terlihat sebagai orang yang telah diselamatkan?

Tuhan Yesus memberkati

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Banjir ohh banjir

images (4)

Bukan suatu yang hal yang fenomenal jika kita mendengar tentang banjir, akan tetapi menjadi suatu yang sangat fenomenal jika merasakan banjir itu datang mengguyur seluruh hidup kita. Deru air bagaikan api yang menyambar menghanguskan tanpa menyisakan. Demikianlah yang di rasakan oleh negeri ini, berhari-hari bahkan bermingu-mingu merasakan banjir yang tak kunjung berakhir. Banjir disana-sini, masyarakat berlarian kesana kemari menyelamatkan diri dari banjir yang membawa maut. Menjadi suatu pertanyaan dan misteri kehidupan mengapa hal ini terus terjadi? Masyarakat yang tinggal di kota maupun di pedesaan tak ada bedanya jika banjir tiba. Sungguh sangat memprihatikan. Kecemasan masyarakat dan penderitaan yang mereka alami membuat negeri ini berduka dari korban banjir yang terus terjadi. Penderitaan yang mereka alami tak bisa dirangkai dengan kata-kata, kesusahan mereka tak bisa diungkapkan hanya sebatas tulisan. Kerinduan mereka untuk bebas dari banjir, tak di tutupi dengan barang berharga. Lalu apa yang menjadi tindakan kita?

Banjir oh banjir, sampai kapankah akan berakhir? Tak bisa di ramal dan tak ada kepastian sampai kapan banjir akan berakhir, semuanya itu sudah ada dalam pengaturan yang mengatur dunia ini, yaitu Dia menciptakan dunia ini. Ketika berkujung di rumah-rumah yang terkena banjir, melewati air sangat kotor dan membawakan berupa tanda sukarelawan bagi korban banjir, saya rasa ini merupakan suatu hal yang biasa manusia lainnya bisa lakukan. Namun ketika berjalan dan terus berjalan melewati rumah-rumah yang tergenang banjir ada satu kata yang hampir setiap melihat korban banjir yaitu kata “Kasihan”. kata kasihan bukan merupakan sindiran terhadap korban banjir tersebut, namun perasaan yang timbul dari hati nurani terhadap mereka yang mengalami akan hal ini, seperti telah mengalaminya sendiri. Dengan melakukan peninjauan di lapangan menjadi suatu bukti nyata bahwa kita ikut merasakan duka yang terjadi di negeri ini.

Ekosistem alam Indonesia semakin hari semakin rusak, hujan mengguyur negeri ini dan banjir pun datang, lalu dimanakah peran pemerintah? Dimanakah peran masyarakat? Dan apakah tanggapan gereja masa kini? Pertanyaan ini merupakan suatu pertanyaan yang terus di sodorkan kepada seluruh elemen masyarakat dalam negeri ini. Penanganan banjir bukan merupakan tanggung jawab elemen tertentu, akan tetapi peran serta masyakat dalam mengambil bagian untuk menanggulangi akan hal ini. Bukan saling mempermasalahkan akan tetapi saling mengoreksi apakah yang saya lakukan buat negeri ini? ketidak pedulian dan perilaku memetingkan diri sendiri menjadi suatu ancaman bagi kelestarian alam Indonesia. Inilah yang harus direnungkan sebenarnya, seberapa besar yang saya lakukan untuk melestarikan alam bangsa ini, namun dalam kenyataannya sekarang bahwa bukan semakin banyak orang melakukan yang terbaik bagi negeri, akan tetapi semakin banyak orang merusak negeri ini, sehingga tidak heran dan tidak  kaget mengapa hampir setiap bulan dan setiap tahun banjir selalu tiba. Semakin banyaknya masyarakat yang merusak lingkungan hidupnya, maka semakin banyak bencana yang akan menimpa tanah air ini.

Kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar merupakan suatu modal untuk memulai memulihkan keadaan bangsa Indonesia. Mendukung program pemerintah bukan sekadar suara yang menggentarkan negeri ini, akan tetapi memulai dari diri sendiri merupakan tindakan nyata bahwa saya mencintai negeri ini. Gerakan tidak membuang sampah sembarangan bukan merupakan pekerjaan yang sangat membebankan dan bukan pekerjaan yang sangat merugikan, ironisnya bangsa Indonesia masih minim kesadarannya terhadap hal ini. Buktinya di pinggir jalan, di dalam got *parit*, di taman sekalipun terlihat tumpukan sampah yang berserakan dimana-mana. Namun cukupkah kita mempunyai alasan untuk saling menyalahkan mengapa banjir selalu ada?

Banjir ohh banjir negeri ini sudah lama menunggu kapankah banjir tidak akan datang lagi. Suatu pernyataan yang seharusnya direnungkan oleh setiap anak bangsa Indonesia. Dalam hal ini sebaiknya pemerintah bisa mencari solusi yang baik dalam menangani banjir salah satunya gerakan tidak membuang sampah sembarangan, memperbaiki seluruh titik pusat meluapnya air bukan sibuk mengurus partai politiknya, tetapi sibuk mengurus kebutuhan rakyatnya, bukannya sibuk untuk mengembangkan gerakan korupsi tetapi sibuk melakukan gerakan menangani banjir. Bagi seluruh rakyat Indonesia marilah kita saling memulai dan saling bertindak untuk kelestarian lingkungan hidup bangsa ini.

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Karakter Seorang Hamba Tuhan

images (5)Karakter…! Apa itu karakter? karakter memang tidak kelihatan, namun faktanya karakter itu nyata. Percaya atau tidak karakter itu sangat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia. Segala tindak tanduk manusia akan di dasarkan oleh karakternya yang ia miliki. lalu apa itu karakter? karakter merupakan watak atau sifat yang dimiliki oleh seseorang yang terlihat dari tindakannya setiap hari, dari karakter inilah terlihat sikap hidup manusia tersebut. W.B. Saunders, (1977: 126) menjelaskan bahwa karakter adalah sifat nyata dan berbeda yang ditunjukkan oleh individu, sejumlah atribut yang dapat diamati pada individu. Akan tetapi ternyata karakter seseorang itu berbeda inilah yang memberikan  keunikan masing-masing seorang individu dalam rentang waktu yang sangat lama. Lalu mengapa karakter itu ada yang baik, sedikit baik, sangat baik dan sangat buruk apakah yang mempengaruhi akan hal ini? Hal ini bisa dipengaruhi oleh individu itu sendiri dengan kebebasan yang dimilikinya dan lingkungan dimana ia menyesuaikan diri. Pengaruh diri sendiri dapat dilihat dan dirasakan oleh indiviu itu sendiri dalam hubungannya dengan Tuhan, sedangkan faktor lain yaitu orang lain yang memberikan hal-hal yang baru menyangkut hal yang baik atau buruk terhadap individu itu sendiri.

Lalu bagaimana dengan karakter seorang hamba Tuhan? Tentu saja penilain  banyak orang hamba Tuhan itu ibarat Malaikat suci dan orang yang tidak berdosa yang berfungsi untuk mengarahkan orang ke jalan yang benar, namun apakah gelar itu membuktikan hal demikian dalam diri seorang hamba Tuhan? Tidakkah hal itu bertentangan dengan karakter seorang hamba Tuhan atau lebih buruk dari hal itu? Sangat tragis gelar itu hanya ucapan semata yang mencoba membangkitkan semangat seorang hamba Tuhan untuk membanggakan dirinya kepada dunia bahwa hal itu benar. Merasa lebih baik, lebih rohani dari orang sekitar yang mencoba untuk mencari kebenaran terlebih dengan jemaat yang dimilikinya. Lalu apa yang membuat hamba Tuhan tersebut bertindak seolah-olah perbuatannya itu baik dilihat orang dan dirinya sendiri? Tidak lepas dari karakternya.

Karakter seorang hamba Tuhan harus berpadanan dengan karakter Kristus yang adalah kebenaran. Hamba Tuhan bukan sekedar hamba Tuhan, hamba Tuhah bukanlah jabatan dan hamba Tuhan bukanlah kebanggaan. Hamba Tuhan adalah hamba yang mempunyai hati seperti hamba. Hamba Tuhan adalah hamba yang mempunyai karakter seperti Kristus yang adalah Hamba Allah. Hamba Tuhan di ibaratkan seperti ikan di dalam aquarium, benarkah demikian? Ya Itu benar! Sebab segala perbuatan hamba Tuhan itu dilihat dan di rasakan oleh individu-individu dan komunitas yang bersama-sama dengan dia, tanpa sesuatu yang tersembunyi.

Sikap, tingkah laku, pekerjaan seorang hamba Tuhan semua terlihat dari karakter yang ia miliki, jika karakternya baik maka pekerjaannya juga baik, begitu juga sebaliknya. Penilaian jemaat terhadap diri seorang hamba Tuhan bukan dilihat dari banyaknya harta yang dimiliki, banyaknya orang yang mendukung dia menjadi seorang hamba Tuhan, bukan berdasarkan ganteng atau cantiknya dia, akan tetapi penilain jemaat terhadap seorang hamba Tuhan, dimulai dari dirinya sendiri yang paling terkecil. Pertama kedisplinan waktu (On Time), mengurus diri sendiri (keluarga), pelayanan (bertanggung jawab atau tidak), hubungannya dengan Tuhan dan sesama dan lain-lain. Hal ini semua menjadi suatu perhatian jemaat yang sangat serius bagi diri seorang hamba Tuhan dalam pelayanan dimana ia di tempatkan. Dari sinilah terlihat seperti apa dan bagaimana karakter seorang hamba Tuhan tersebut dalam gereja.

Hidup bergaul dengan Tuhan itulah yang pertama dan terutama dalam bertindak. Hidup bergaul dengan Tuhan menentukan seperti apa dan menjadi apa seorang hamba Tuhan di dalam pelayanannya. Semakin hari bergaul dengan Tuhan semakin hari karakter seorang hamba Tuhan diperbaharui, dikoreksi dan dikembangkan. Nuh yang hidup bergaul dengan Allah semakin hari semakin tetap teguh dan taat kepada Tuhan sehingga ia dikatakan orang yang tidak bercela di zamannya. Inilah karakter seorang hamba Tuhan yang sebenarnya, buah yang dihasilkan bukan buah yang busuk dan mentah, tetapi matang dan siap untuk untuk dipakai. Nuh yang hidup bergaul dengan Allah mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya dengan begitu sabar, setia, kerja keras dan tanpa putus asa selama berpuluh-puluhan tahun lamanya sehingga Bahtera itu siap untuk dipakai. Sangat disayangkan hamba Tuhan seperti ini susah dan sangat sulit ditemukan pada zaman ini, baik dari segi karakternya, hubungannya dengan Tuhan dan sesama manusia. Orang yang tak bercela bukan berarti bukan manusia berdosa, Semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah tidak bercela berarti tidak melakukan hal-hal yang tidak senonoh dengan firman Tuhan. Hamba Tuhan bukanlah Malaikat suci dan orang tak berdosa, semua manusia sama dihadapan Allah, namun sebagaimana hamba Tuhan harus membedakan cara hidupnya dengan jemaat/lingkungan yang ia layani. Seorang hamba Tuhan adalah seorang yang kerohaniannya sudah dewasa, karakternya berpadanan dengan karakter Kristus, jujur dan bertanggung jawab, mempunyai integritas yang baik, mempunyai image yang baik di mata orang terlebih terhadap Allah. Hidup sesuai dengan jalan Allah. Inilah yang memberikan keunikan bagi seorang hamba Tuhan dengan jemaat yang dilayaninya. Lalu, sudahkah kita menjadi seorang hamba Tuhan? 

Posted in Uncategorized | 2 Comments